Visi:

Berkomitmen menjadi yang terdepan didalam melestarikan keelokan budaya daerah dalam rangka  membangun generasi berbudaya secara berkelanjutan.

Pemaknaan visi

Negara Indonesia adalah negara yang memiliki beraneka ragam suku dan adat yang merupakan  bagian dari kebudayaan dengan falsafah  Pancasila yang menjadi alat untuk pemersatu bangsa Indonesia.

Kami menyadari  budaya yang telah  dimiliki bangsa Indonesia sangat penting dipertahankan dan dilestarikan karena budaya  mencerminkan kepribadian dan martabat suatu bangsa yang didalamnya terkandung nilai nilai leluhur,  namun dalam perkembangannya budaya asing justru mulai masuk ke Indonesia, bahkan banyak kebudayaan Indonesia yang di claim oleh negara lain.

Masuknya budaya asing ke Indonesia disebabkan salah satunya karena teknologi yang berkembang pada era globasisasi ini . Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan berbudaya di Indonesia yang sudah melekat ciri kekeluargaan dan gotong-royong, menjaga keharmonisan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan.

Adanya penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan tidak melalui suatu proses internalisasi  berdampak  pada gaya hidup ke barat-baratan, menjadikan hidup bebas. Hal ini yang menyebabkan hilangnya moral atau perilaku yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, terjadinya ketimpangan antara wujud yang di tampilkan dan nilai-nilai yang menjadi landasan budaya.

Kebudayaan lama atau yang sering disebut kebudayaan asli bangsa indonesia dalam pengertian belum terjamah oleh kebudayaan asing  merupakan asset atau kekayaan bangsa. Oleh karenanya, kami sebagai sebagai warga Indonesia menyadari untuk  jangan sampai melupakan budaya lama, dengan sudah menemukan budaya baru.

Mengutip pengertian mengenai kebudayaan di Indonesia menurut Prof. M.M. Djojodiguno dalam buku “Asas-asas Sosiologi (1958)”, kebudayaan/ budaya adalah daya dari budi berupa cipta, rasa, dan karsa.

  1. Cipta  :  Ilmu pengetahuan, bersumber dari pengalaman lahir dan batin.
  2. Karsa   :  Norma keagamaan/ kepercayaan,  bersumber dari lahir dan mati.
  3. Rasa :  Norma keindahan yang menghasilkan kesenian, bersumber dari                    keindahan dan menolak keburukan atau kejelekan.

 

Jadi, kebudayaan di Indonesia lahir dari  buah budi (gagasan) manusia berupa cipta, rasa dan karsa bertujuan untuk mencapai kesempurnaan hidup. Dalam pengaplikasianya di lakukan dengan pola-pola perilaku, bahasa, organisasi sosial, religi, seni dan lainnya yang telah menjadi kebiasaan turun temurun dari leluhur.

 

Kebudayaan merupakan bagian penting dalam proses pembangunan yang musti dilaksanakan untuk kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebudayaan terkait dengan persoalan karakter dan mental bangsa yang menentukan keberhasilan pembangunan. Apabila mental dan karakter bangsa yang cenderung destruktif dan koruptif tentunya tujuan pembangunan akan sulit terlaksana, begitupun pula sebaliknya. membentuk manusia Indonesia yang bertakwa, kreatif, berkarakter, dan produktif merupakan keterpaduan antara pembangunan di bidang pendidikan dan kebudayaan.

 

Pembangunan telah membawa perubahan dalam masyarakat, terjadinya pergeseran sistem nilai budaya, penyikapan yang berubah pada anggota masyarakat terhadap nilai-nilai budaya itu sendiri. Pembangunan telah menimbulkan mobilitas sosial,  Sementara itu terjadi pula penyesuaian dalam hubungan antar anggota masyarakat, sehingga dapat dipahami apabila pergeseran nilai-nilai itu membawa akibat jauh dalam kehidupan kita sebagai bangsa.